Detail Masalah

Hasil kajian dan pembahasan.

Memakai Kafan Bekas Orang Sholeh

Fiqh Jenazah 02 August 2025 19 Dilihat

MEMAKAI KAFAN BEKAS ORANG SHOLEH

  A.   Rumusan Masalah

a.    Apa hukum mengenakan kafan bekas orang Sholeh?

 

  B.   Uraian Bahasan

Boleh saja mengenakan kafan bekas orang sholeh.

          Referensi :

فَقَدْ رَوَى الْبُخَارِيُّ فِي صَحِيحِهِ عَنْ ابْنِ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ ٱللَّهُ عَنْهُ،

أنَّ ٱمْرَأَةً جَاءَتِ النَّبِيَّ صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِبُرْدَةٍ مَنْسُوجَةٍ فِيهَا حَاشِيَتُهَا،

أَتَدْرُونَ مَا الْبُرْدَةُ؟ قَالُوا: الشَّمْلَةُ؟ قَالَ: نَعَمْ،

قَالَتْ: نَسَجْتُهَا بِيَدِي فَجِئْتُ لِأَكْسُوكَهَا،

فَأَخَذَهَا النَّبِيُّ صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُحْتَاجًا إِلَيْهَا،

فَخَرَجَ إِلَيْنَا وَإِنَّهَا إِزَارُهُ، فَحَسَّنَهَا فُلَانٌ،

فَقَالَ: ٱكْسِنِيهَا، مَا أَحْسَنَهَا،

فَقَالَ ٱلْقَوْمُ: مَا أَحْسَنْتَ! لَبِسَهَا النَّبِيُّ صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُحْتَاجًا إِلَيْهَا، ثُمَّ سَأَلْتَهُ، وَقَدْ عَلِمْتَ أَنَّهُ لَا يُرَدُّ،

قَالَ: إِنِّي وَٱللَّهِ مَا سَأَلْتُهُ لِأَلْبَسَهَا، إِنَّمَا سَأَلْتُهُ لِتَكُونَ كَفَنِي،

قَالَ سَهْلٌ: فَكَانَتْ كَفَنَهُ (فتح الإله المالك على عمدة السالك و عدّة الناسك).

 

Sahl bin Sa’d radhiyallahu ’anhu berkata:

 

Seorang wanita datang kepada Nabi membawa selembar kain burdah (selimut) yang dijahit sendiri dan memiliki tepi (hiasan). Ia berkata: “Saya menenunnya sendiri dengan tanganku, maka aku datang untuk memberikannya kepadamu agar engkau mengenakannya.” Maka Nabi mengambilnya karena beliau membutuhkannya, lalu beliau keluar (ke hadapan para sahabat) sedang kain itu telah menjadi izar (sarung beliau). Lalu seseorang memuji dan berkata: “Berikan kepadaku kain itu, betapa bagusnya!” Maka orang-orang berkata kepadanya: “Engkau tidak berbuat baik! Nabi memakainya karena beliau membutuhkannya, kemudian engkau memintanya padahal engkau tahu bahwa beliau tidak akan menolak permintaan.” Maka orang itu berkata: “Demi Allah, saya tidak memintanya untuk saya pakai, tetapi agar dijadikan sebagai kafan saya.”

Sahl berkata: Dan benar, kain itu menjadi kafannya.

(Fathul Ilahil Malik Ala Umdatis Salik Wa Uddatin Nasik)

 

  C.   Hasil Keputusan

Boleh seseorang memakai kain kafannya bekas dari pakaian orang shaleh yang masih hidup, karna memang Para sahabat dulu biasa bertabaruk (mencari keberkahan) melalui jejak-jejak Nabi , begitu pula para salaf shalih yang datang setelah mereka. Ini adalah amalan yang sudah dikenal selama tidak sampai kepada sikap berlebih-lebihan (ghuluw) atau keyakinan yang hanya layak untuk Allah semata, Wallahu A’lam.

Filter Pencarian
Beranda Filter Ajukan Donasi